Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang. - Seno Gumira Ajidarma-

Jumat, 22 Juni 2012

ayooo menari !!!

Perkembangan otak terhenti sejak balita. Artinya, di atas usia lima, otak tak lagi berkembang. Mulai usia 20, sel-sel otak mulai mengalami penyusutan bahkan kerusakan. Tak heran jika semakin bertambah usia, kemampuan berpikir pun menurun. Anda bisa mencegah penurunan kinerja otak yang memengaruhi kecerdasan, dengan mestimulasinya. 

Banyak cara menstimulasi otak, salah satunya adalah menari. Rupanya, menari bukan semata aktivitas fisik yang membuat tubuh bergerak dan melancarkan peredaran darah juga oksigen dalam tubuh. Menari juga memengaruhi fungsi otak, menstimulasinya sehingga dapat berfungsi dengan normal.



Neurologist yang mendalami ilmu saraf dan otak, dr Roul Sibarani, SpS mengatakan agar otak dapat berfungsi dengan baik, otak harus dilatih. Salah satunya dengan sinkronisasi gerakan. Sebenarnya stimulasi otak bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti jalan kaki atau jogging, namun bila tubuh dilatih dengan gerakan kompleks seperti yang didapati pada tarian, tentu dampaknya juga lebih optimal terhadap otak.

Sabtu, 16 Juni 2012

a world to believe in


I've seen the tears and the heartache and I've felt the painI've seen the hatred in so many lives lost in vainAnd yet through this darkness there's always a light that shines throughAnd takes me back home, takes me back home
All of the promises broken and all of the songs left unsungSeem so far away as I make my way back to youYou gave me faith andYou gave me a world to believe inYou gave me your love to believe inAnd feeling this love I can rise up aboveAnd be strong, I'll be whole once again
I know that dreams we hold onto can just fade awayAnd I know that words can be wasted with so much to sayAnd when I feel helpless there's always a hope that shines throughAnd makes me believe, makes me believeAnd I see for one fleeting moment a paradise under the sunI drift away and I make my way back to you
Life goes on, can leave us with sorrow and painAnd I hold on to all that you are, to all that will beAnd I can go on once again'Cause your love is my soul once againI can live, I can dream once again'Cause you make me believe

Rabu, 06 Juni 2012

True Colors, My Rainbow Is You :)

You with the sad eyes
Don’t be discouraged
 I realize
It’s hard to take courage
In a world full of people
You can lose sight of it all
And the darkness, inside you
Can make you feel so small

But I see your true colors
Shining through
I see your true colors
And that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colors
True colors are beautiful,
Like a rainbow

Show me a smile then,
Don’t be unhappy, can’t remember
When I last saw you laughing
If this world makes you crazy
And you’ve taken all you can bear
You call me up
Because you know I’ll be there

So sad eyes
Discouraged now
Realize


Selasa, 05 Juni 2012

aku...kamu...dan dia.....

Disebuah pagi, dimana pagi itu begitu indah, begitu cerah, pagi yang penuh harapan...seorang aku pergi ke kampus dengan penuh harapan..yaa segala harapan. setibanya dikampus, kamu tiba-tiba berdiri didepan ku dan memperkenalkan dirimu. entah...seperti ada aliran listrik yang tiba-tiba menyambar tubuhku bahkan sampai ke hati ku. sebenarnya hal ini lebih dari sengatan listrik. sebuah sambaran yang mengandung rasa senang, juga rasa sedih. lebih tepatnya aku tidak bisa menggambarkan seperti apa hal itu. hari demi hari engkau seperti berlari-lari kecil, namun aku masih bisa menjangkau mu, tapi suatu hari, entah mengapa tiba-tiba kamu berlari begitu kencang...dan aku terkejut. akupun mempercepat lariku untuk mengejar mu..aku ingin bertanya mengapa kamu berlari? tapi..kamu berlari begitu cepat..hingga akhirnya aku terjatuh. tapi apa yang terjadi? kamu pun tak sedikit pun menoleh kebelakang, tak sedikitpun mendengar jeritanku dan mungkin tak ada niat sedikitpun di benakmu untuk menolongku berdiri.tak ada yang menolongku saat itu..aku hanya bisa mencoba berdiri walaupun pada akhirnya aku akan terjatuh lagi. mungkin setengah kaki ku sudah lumpuh. sakit luar biasa...saat itu aku berfikir, untuk apa aku mengejar mu sejauh ini? untuk apa aku meminta Tuhan memberikan aku kekuatan dan kesabaran untuk mengejar mu, hanya karena sekedar ingin berlari di sampingmu? untuk apa??

selama aku tersungkur di tanah, bisa dibilang air mata ini terus mengalir. entah mengapa air mata ini seperti tak ada habisnya. cukup lama aku terjatuh dan mencoba berdiri, hingga akhirnya dia yang menolongku. dia rela mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. ku sambut tangan itu dengan senyuman. lantas aku berfikir "ya Tuhan apa dia jawabanMu?" tangan besar itu mampu menjabat tangan mungilku dan menariku untuk berdiri. dia memapahku ke tepi jalan. saat itu, aku masih tak bisa berkata apa-apa. hanya dia yang aku persilahkan untuk menolongku. setelah sekian banyak manusia yang ingin menolongku, namun aku menolaknya. aku seperti kembali kemasa lalu, dimana saat pertama kali aku melihat kamu.

dia sibuk mengobati lukaku. dan aku pun masih terdiam. aku hanya bisa tersenyum kearah langit yang saat itu begitu cerah. setidaknya aku ingin menampakan senyum ku pada Tuhan untuk berterimakasih terhadap pertolongan yang sudah Dia kirimkan. setelah dia selesai membalut luka ku, kami saling bertatapan....lalu tertawa...entah, sebenarnya aku tak tahu apa yang kami tertawakan. mungkin ini adalah luapan kesenanganku.sembari menunggu kaki ku pulih, kami terus mengobrol..yaa sepertinya dia sama seperti ku...sama-sama membutuhkan teman untuk berbagi. sebenarnya...aku ingin segera berlari bersamanya hingga garis finis, tapi........bayangan lalu masih lekat dalam ingatan ku. bagaimana sakitnya terjatuh, bagaimana kecewanya saat kamu tak pernah melihat ku.

how to be brave? how can I love when i'm afraid to fall??

Keajaiban Angka 1 s/d 10


Ternyata angka atau bilangan dengan menggunakan bahasa Indonesia memiliki struktur atau pola yang unik dan mungkin tidak akan ditemukan di bangsa lain. Hanya di Indonesia.

Setiap bangsa, negara dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh. Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.
Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah teman-teman masing-masing dari satu sampai sepuluh maka kadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Mungkin tergantung dari enaknya di lidah atau di telinga.
Langsung saja. Di sini saya bukan mengajarkan Anda berhitung tapi coba perhatikan deretan angka-angka di bawah ini.
1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan
Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan. Mempunyai huruf awal yaitu S dan bila djiumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh.
Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Terurut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlah dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.
Tidak sampai di situ, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S. Yang pernah membaca Matematika Alam Semesta, perlu ditambahkan bahwa 19 adalah angka TUHAN.
Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).
Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada diantara Empat dan Enam (pembenaran lagi).
Sedangkan angka Lima huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).
Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.
Ternyata, tidak pakai matematika. Cukup ditulis saja di kertas kosong kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat maka kamu bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama. Tulis huruf T besar di kertas pakai font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Tada…. Kamu pasti bisa lihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung. (pembenaran yang juga dipaksakan sekali).
Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Lalu bagaimana dengan di Malaysia yang juga memakai bahasa yang sama? Ternyata di Malaysia angka 8 tidak disebut sebagai Delapan tapi Lapan. Jadi pola ini hanya milik Indonesia. Jangan sampai diklaim juga sama mereka.

Minggu, 03 Juni 2012

Keluarga Jawa



Sebuah buku karangan Hildred Geertz yang berjudul keluarga jawalah yang saya pilih dalam tugas kali ini.  Dalam buku ini menceritakan mengenai segala sesuatu tentang keluarga jawa, dari mulai ekonomi, sebutan-sebutan dalam silsilah keluarga, perjodohan, pernikahan, kelahiran, bahkan tata cara dalam mengurus anakpun dibahas dalam buku ini.
Mojokuto, adalah sebuah nama daerah di Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk 200.000 jiwa. Daerah inilah yang menjadi tempat penelitian yang dilakukan oleh penulis. Mojokuto adalah daerah yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Sistem perekonomian di derah ini terbagi dua, yaitu kapitalisasi dan tradisional yang banyak diisi oleh para petani miskin. Para pedagang Cina yang sebagian besar merajai perekonomian di daerah ini, mengapa? Karena pedagang Cina banyak berjualan di toko-toko dan gudang-gudang disepanjang jalan utama di Mojokuto sementara pedagang lokalnya hanya beredar di dua pasar kota. Perindustriannya pun dirajai oleh orang Cina, hal ini terbukti dengan adanya pabrik minuman milik orang Cina, beberapa gedung bioskop milik orang Cina dan gedung pertunjukan sandiwara yang dipakai rombongan anak-anak wayang Jawa yang lagi-lagi dimiliki oleh orang Cina. Hanya ada beberapa pabrik yang dimiliki oleh orang jawanya sendiri, sisanya milik orang Madura. Ada dua macam perdagangan pokok di Mojokuto. Pertama, yang berkenaan dengan pengiriman barang-barang penting keluar masuk Mojokuto menuju pelabuhan Surabaya. Kedua, meliputi transaksi-transaksi skala kecil pada taraf lokal.
Masyarakat Mojokuto memiliki 3 kepercayaan yaitu, Islam (terdiri dari para santri), Hindu-Budha (terdiri dari para priyayi) dan abangan (kepercayaan lokal yang bersifat animistik). Sekarang saya akan membahas mengenai terminologi pertalian keluarga. Bentuk dasar sistem terminologi Jawa adalah bilateral yaitu menarik garis keturunan dari ayah dan ibu. Dalam keluarga Jawa ada sebuah istilah ‘somah’ yang memiliki arti keluarga inti yang terdiri dari ayah,ibu dan anak. Somah, merupakan satu-satunya unit pertalian keluarga yang penting. Somah terjalin dengan rapat dengan somah-somah lainnya. Somah memiliki peran penting dalam kehidupan di kampong. Setiap kelompok somah tampil dihadapan anggota kelompok somah lainnya sebagai suatu unit sosial. Somah beberapa tugas yaitu, melaksanakan tugas ritual, melaksanakan tugas ekonomi, sosialisasi pada anak, dan mengurus para anggota keluarga yang tidak dapat mengurus dirinya sendiri. Menurut orang jawa, setiap anggota keluarga merupakan suatu pribadi yang tunggal. Orang tua, anak, suami dan istri merupakan orang-orang terpenting didunia karena mereka dapat memberikan kesejahteraan emosional, memberikan titik keseimbangan dalam orientasi sosial dan dapat member bimbingan moral. Ada beberapa panggilan dalam keluarga Jawa seperti kakek/nenek biasa disebut mbah, anak laki-laki sebelum ayah/ibu ego disebut pak de, jika anak perempuan sebelum ayah/ibu ego disebut bu de, jika anak laki-laki adik dari ayah/ibu ego disebut pak lik, dan jika anak perempuan adik dari ayah/ibu ego disebut buk lik. Sedangkan sebutan untuk kakak laki-laki ego adalah mas, dan sebutan untuk kakak perempuan adalah mbakyu. Terdapat empat macam asas untuk membedakan dan mempersamakan berbagai pertalian keluarga yaitu dengan bilateralitas, generasi, senioritas, dan seks. Istilah-istilah keluarga dan bukan keluarga biasanya digunakan untuk menegur keluarga atau bukan keluarga, karena jika tidak pakai istilah maka akan dianggap tidak sopan.
Dalam keluarga Jawa juga terdapat istilah keluarga sedarah atau saudara dekat. Biasanya yang disebut keluarga sedarah itu adalah paman, bibi, kakek-nenek (keluarga langsung ayah/ibu kandung) anak-anak, cucu, cicit-cicit dan nenek moyang mereka. Adapun hak dan kewajiban keluarga sesaudara yaitu memberikan bantuan dalam perhelatan misalnya dalam pernikahan, khitanan dan kelahiran, sumbangan dalam bentuk bahan makanan, uang dan tenaga. Sedangkan kewajibannya yaitu memperhatikan setiap anggota keluarga dekat yang miskin. Dalam buku ini, penulis juga membahas mengenai perkawinan. Dalam hal mencari jodoh biasanya dilakukan oleh kedua belah pihak orang tualah atau dengan kata lain perkawinan dengan system perjodohan. Orang tua pun yang memiliki hak penuh untuk menentukan hari perkawinan. Untuk anak perempuan, perkawinan pertama segera dipersiapkan setelah haidnya yang pertama, karena hal itu menandakan seorang anak telah siap untuk menikah dan kebanyakan orang tua menikahkan anak perempuannya sesegera mungkin setelah haid pertama dikarenakan rasa khawatir bila sang anak akan di cap cabul. Berbeda dengan anak laki-laki, orang tua akan memberikan kebebasan kapan dan dengan siapa dia akan menikah. Ada beberapa aturan dalam pemilihan jodoh yaitu saudara-saudara sepupu dari garis ayah, pantang untuk menikah karena suatu saat bisa menjadi wali nikah. Aturan yang kedua, adik tidak boleh mendahului kakaknya untuk menikah dan aturan ketiga, herus mencocokan hari lahir terlebih dahulu karena orang percaya kecocokan hari lahir mereka berdua yang merupakan petunjuk tentang watak masing-masing.
 Setelah menikah, setiap pasangan pasti ingin memiliki keturunan. Pasangan suami istri yang tidak subur akan menemui dukun untuk meminta petuah tentang hadirnya seorang anak. Pengguguran dan pencegahan kehamilan dapat dilakukan oleh dukun dengan cara obat-obatan, jampi-jampi dan urut. Bila seorang wanita tidak menginginkan janin yang dikandungnya, biasanya alternatif selain pengguguran yaitu dengan memberikan anaknya kepada saudaranya.  Selain itu, banyak sekali pantangan yang diberlakukan selama kehamilan yaitu, pantang untuk bersetubuh selama kehamilan, tidak boleh makan tebu, kepel, dan belut, dilarang duduk di depan pintu terbuka, suami dilarang untuk membunuh binatang selama istrinya sedang mengandung, dan istri dilarang untuk keluar rumah, menutup semua pintu dan jendela saat matahari tenggelam karena saat itu arwah sedang berkeliaran. Ada dua bahaya besar bila pantangan-pantangan tersebut dilanggar,yaitu kemungkinan bayi susah lahir atau bayi akan lahir sebagai raksasa. Ketika bayi akan lahir, paraji (dukun beranak) anak segera dipanggil. Melahirkan pun tidak bisa sembarangan, ada beberapa tata cara yang harus diikuti. Paraji akan menggelar tiker lalu menempatkan sang ibu berbaring diatasnya. Suami pun tidak hanya diam, suami duduk dibelakang pundak istri untuk menopang badannya. Lalu paraji mulai membacakan jampi-jampi untuk melindungi ibu hamil dan bayinya. Lalu suami diberikan ramuan untuk dikunyah hingga halus lalu disemburkan ke ubun-ubun istri. Jika persalinannya sulit atau terdapat kendala, sang ibu akan disuruh untuk mengunyah sedikit daun pisang muda dan garam sampai lembut lalu dioleskan ke bagian belahan buah dada sampai vagina. Setelah itu istri akan diminta untuk meminta maaf kepada suami dan sanak saudara lainnya. Setelah bayi berhasil dilahirkan, suami wajib untuk membawa tiker bekas istri melahirkan kesebuah kali lalu diebrsihkan darahnya  kemudian bakar kemenyan dan beberapa ikat merang, bersesaji bunga dan wangi-wangian dikali tersebut dan tidak lupa untuk membacakan pula mantra untuk roh penjaga kali.
Tidak hanya sampai pada kelahiran selama anak tersebut hidup, banyak sekali aturan-aturan yang wajib dijalankan oleh keluarga Jawa. Dari mulai mengasuh dan melatih bayi, hubungan sosial pada masa kanak-kanak , masa remaja hingga masa dewasa. Semua ini bertujuan untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan tentram dan mewujudkan dua kaidah yang sangat dijunjung tinggi oleh orang Jawa, yaitu bahwa dalam setiap situasi manusia hendaknya bersikap baik sehingga tidak menimbulkan konflik. Kaidah kedua menuntut agar manusia dalam berbicara dan membawa diri selalu menunjukan sikap hormat terhadap orang, sesuai dengan derajat dan kedudukannya.
Metode orang Jawa dalam menangani atas harta kekayaan yang berbenturan pada saat terjadinya perceraian atau kematian didasarkan pada pertimbangan langsung atas jasa dan kekuatan khusus pada masing-masing tuntutan, tujuannya bukanlah untuk mencapai suatu keadilan abstrak yang diperlukan melainkan mencari pemecahan yang disepakati oleh semua pihak yang bersangkutan. Lebih diutamakan kebulatan pendapat ketimbang jawaban yang “benar”. Pada saat terjadi perceraian, harta pribadi (barang bektan) suami atau istri tetap menjadi milik masing-masing, sedangkan harta bersama (gono-gini) yang diperoleh pada saat masih ada ikatan perkawinan dibagi dalam perbandingan dua bahagian untuk suami dan satu bahagian untuk istri. Harta warisan karena kematian, diterima oleh anak jika si mati mempunyai anak dan jika tanpa anak maka harta si mati kembali kepada orang tua dan saudara dekatnya dan harta bersama dibagi menurut perbandingan 2 : 1. Seorang janda tidak berhak atas harta kekayaan pribadi suaminya. Itulah beberapa aturan yang berlaku dalam masyarakat Jawa yang secara tidak langsung telah membentuk masyarakatnya sehingga berbeda dengan masyarakat di suku lain. 

Pernah merasakan mual ketika sedang membaca di dalam mobil? Tiba-tiba kepala merasa pusing saat sedang asyik membaca buku, koran, atau majalah. Ingin tahu apa penyebabnya? Simak artikel berikut ini.



Timothy C. Hain, guru besar ilmu saraf di Northwestern University Medical School, dan Charles M. Oman, direktur Man Vehicle Laboratory di M.I.T Center, telah melakukan penelitian dalam hal ini.

Mabuk, akibat perjalanan menggunakan mobil, kereta api, kapal, pesawat, atau pun berada di ruang angkasa, merupakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan, karena ketidakseimbangan antara situasi yang diharapkan otak dan informasi yang diterima melalui indera.

Untuk mengembalikan keseimbangan, otak mensintesis data dari berbagai sumber, termasuk penglihatan, sentuhan, dan telinga bagian dalam. Yang terakhir ini sangat penting karena otak mendeteksi gerakan kaku (angular motion) dan juga gerakan linear.


Dalam banyak hal, semua input diterima, dan ketika input tidak sesuai dengan situasi yang diharapkan otak, saat itulah terjadi perasaan mual, mabuk, atau muntah.

Bayangkan, ketika kamu sedang duduk di jok belakang mobil sambil membaca, mata kamu tertuju pada buku, dan ini di informasikan ke otak, bahwa kamu berada di dalam mobil.

Akan tetapi, sewaktu kecepatan mobil berubah atau memutar, sensor dalam telinga kamu menangkap ada sesuatu yang berubah, dan hal itu di informasikan ke otak.

Sayangnya, otak membantah kenyataan itu karena ia menerima sinyal dari mata. Ketidakseimbangan informasi inilah yang mengakibatkan mabuk. Melihat keluar jendela akan membantu mengurangi hal itu.

Maka tak heran, jika pengemudi jarang mabuk, karena dia tidak hanya memiliki sensor informasi yang pas karena dia yang mengontrol lajunya mobil. Jadi sensor yang dimiliki sang sopir siap dengan berbagai bentuk gerakan.

Cara itu bisa diterapkan jika kamu ingin bebas dari mabuk laut. Tetaplah berada di geladak kapal, sehingga kamu bisa melihat cakrawala. Sekali sistem keseimbangan kamu telah mempelajari bagaimana mengatasi gerakan kapal, dan ketika kamu menerima guncangan, maka dijamin, kamu tidak akan mabuk 100%. Tentu saja saat di darat, tubuh kamu tetap dapat mengatasi gerakan kapal untuk beberapa jam atau bahkan beberapa hari.

Mabuk juga bisa dialami oleh para astronaut. Data menunjukkan, bahwa mabuk angkasa diderita oleh 70% calon astronot. Dalam "keadaan tanpa bobot", atau gravitasi mikro, kondisi dalam telinga tidak dapat menentukan "turun". Beberapa anggota kru mengatakan, bahwa mereka merasa secara terus menerus terbalik, meskipun orientasi mereka sudah benar.

Sebaiknya, disaat di dalam mobil, kamu tetap fokus dalam bacaan yang sedang kamu baca. Namun, tidak mudah tentunya, butuh latihan dan proses, karena terkait dengan kebiasaan.