Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang. - Seno Gumira Ajidarma-

Jumat, 18 Mei 2012

Suku Wayuu Dengan Tradisi Melahirkan Diumur 10 Tahun


Melahirkan di usia sangat muda adalah hal biasa di kalangan penduduk asli Kolombia, yakni masyarakat suku Wayuu. Gadis 10 tahun ini misalnya, harus merasakan sakitnya proses bersalin ketika anak perempuan seusianya masih main boneka.

Gadis yang tidak disebutkan namanya ini datang ke rumah sakit datang ke rumah sakit pada pekan lalu saat kandungannya sudah berusia 39 pekan. Ia datang dengan keluhan perdarahan dan nyeri hebat karena rahimnya terus-menerus mengalami kontraksi.

Selain karena usianya masih sangat muda yakni baru 10 tahun, hal lain yang mengejutkan para dokter adalah bahwa selama ini si gadis belum pernah sekalipun memeriksakan kandungannya. Kunjungannya ke rumah sakit kali ini benar-benar baru pertama kalinya sejak hamil.

Mengingat usia kandungan yang sudah cukup dan juga kondisi fisik si gadis secara keseluruhan cukup baik, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar. Meski tidak melalui persalinan normal, bayinya yang berjenis kelamin perempuan akhirnya lahir dalam kondisi sehat.

Kasus tersebut mencatatkan si gadis asal Kota Manaure, Kolombia ini sebagai salah satu ibu termuda di dunia yang melahirkan bayi dalam kondisi sehat. Sayangnya hingga kini belum jelas siapa suaminya, meski ada yang berspekulasi bahwa ayahnya adalah laki-laki yang juga baru berusia 15 tahun.

Meski demikian, kasus bukanlah hal yang aneh di kalangan penduduk suku Wayuu yang banyak mendiami wilayah La Guajira Peninsula di bagian utara wilayah Kolombia. Wilayah yang mendapat otonomi khusus ini memang dibebaskan untuk menjalankan tradisi leluhur, termasuk tradisi menikah lalu melahirkan di usia sangat muda.

Efrain Pacheco Casadiego, direktur rumah sakit yang merawat si gadis membenarkan bahwa kasus semacam ini sering dijumpai di kalangan suku Wayuu. Meski demikian, pihak yang berwajib tidak bisa menindak siapapun karena pemerintah Kolombia harus menghormati otonomi dan tradisi suku Wayuu.

"Kami telah melihat beberapa kasus serupa di kalangan gadis-gadis Wayuu. Ketika anak perempuan seusia itu seharusnya main boneka, gadis-gadis ini sudah harus mengurus anak. Ini mengejutkan," kata Dr Casadiego seperti dikutip dari Huffington Post,