Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang. - Seno Gumira Ajidarma-

Senin, 08 Juni 2015

Tulisan Tentang Sahabat

Tulisan ini saya tulis kurang lebih karena pengalaman hidup selebihnya merupakan pengamatan saya terhadap hubungan persahabatan orang lain. Saya menulis ini bukan untuk mematahkan pikiran kalian tentang indahnya gambaran persahabatan tapi ini adalah kesimpulan saya terhadap adanya sahabat..

Punya teman yang tau segala galanya tentang kita, selalu ada apapun keadaan kita, tidak pernah menjatuhkan kita, selalu memberi surprise saat kita ulangtahun, selalu memberi semangat saat kita terjatuh,bla..bla..bla..
memang indah bahkan sangaaaaaatttt indah. Tapi sayangnya itu cuma ada di novel-novel. Pada kenyataanya hubungan yang katanya "persahabatan" antar manusia tidak ada yang berjalan mulus.

Why?

Karena manusia tempatnya salah. Simple!
bahkan teman kalian yg berhijab syar'i, teman kalian yang suster atau pendeta sekali pun mereka berbuat salah!

Banyak yang bilang "persahabatan itu harus saling membantu.", "persahabatan itu selalu ada saat temannya membutuhkan.", "sahabat itu gak ngomongin dibelakang."

kata "sahabat" seolah merujuk ke jelmaan manusia sempurna. Harus ini harus itu, gaboleh ini gaboleh itu. Seolah ada kriteria tertentu untuk orang yang akan disebut "sahabat".

Menurut saya konsep sahabat itu seharusnya tidak pernah ada. Karena tidak akan ada manusia sempurna yang bisa memenuhi kriteria dari konsep sahabat itu sendiri.

Tidak ada orang yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk kita.
Tidak ada orang yang selalu tahan untuk tidak membicarakan aib temannya.
Pada kenyataannya seperti itu. Setiap manusia punya kepentingan masing-masing. Merupakan suatu hal yang wajar kalo seseorang akan mempunyai banyak teman ketika sedang senang, tapi ketika sedih, seketika semuanya menjauh. Itu suatu hal yang wajar. Karena teman kalian yang saat ini dekat dengan kalian itu punya kepentingannya sendiri.

Tidak perlu terbuai dengan romantisme persahabatan yang hanya ada di novel dan quotes.
Pada kenyataannya, siapa yang tahan saat teman anda selalu blakblakan menyampaikan hal buruk tentang anda? padahal maksudnya "jadi teman itu harus jujur, tidak ngomongin di belakang."

Tidak ada persahabatan yang abadi!
Ibumu yang Tuhan ciptakan sudah cukup menjadi sahabatmu. Karena memang dialah sosok sahabat sebenarnya. Kalian tidak akan pernah menemukan sahabat di diri orang lain yang tidak mengenal kalian. Karena bagi mereka anda hanya orang lain.

Bicaralah secukupnya. Karena sahabat anda hanya manusia penuh dosa yang kapan saja siap membeberkan rahasia anda.
Bantulah siapapun. Karena sejujurnya kalian tidak akan pernah tau siapa yang bisa membantu kalian dikemudian hari.
Bertemanlah dengan siapa saja. Karena lagi-lagi kita tidak pernah tau siapa yang akan membantu kita nantinya.
Jangan percaya pada siapapun. Manusia penuh dengan orang munafik. Kalo sahabat kalian manusia, jangan percaya mereka!

Intinya konsep tentang "persahabatan" itu omong kosong! cuma orang-orang yang terbuai dengan romantisme saja yang menjujung tinggi kata "persahabatan" beserta kriterianya.

Manusia mudah berubah, kapanpun dia mau!



ini merupakan pelajaran pahit yang saya alami selama menjalin hubungan yang semula saya sebut "persahabatan"
tentang orang yang dahulu dipercaya, namun setelahnya dia mengadu domba
tentang orang yang mengaku menjunjung tinggi persahabatan, tapi ia tak bisa terima ketika tahu temannya busuk.
tentang orang yang selalu didahulukan, tapi dia tidak mau mendahulukan,

Terlalu sibuk dengan kriteria persahabatan, hanya membuat perasaan saya sakit. So,,bertemanlah dengan siapapun dan lupakan konsep persahabatan!!

Berteman itu lebih indah daripada Bersahabat!



 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar